Cimahi Dorong Mantapkan Sistem Zero to TPA

By
3 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!
HPSN/Kolaborasi untuk Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah/Kontroversi Rakyat/Ngatiyana.

kontroverisrakyat.com – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup atau DLH memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 dengan menggelar rangkaian kegiatan kolaboratif di Kampung Adat Cireundeu, Sabtu (21/02/2026) waktu itu. 

Wali Kota Cimahi Ngatiyana, menegaskan bahwa HPSN yang diperingati  tanggal 21 Februari sebagai pengingat atas peristiwa tragis longsor sampah di TPA Leuwigajah pada 2005.

Beliau mendorong perubahan paradigma masyarakat agar sampah tidak lagi dipahami sebagai limbah yang dibuang, tetapi sebagai material yang harus dikelola dan diselesaikan secara bertanggung jawab.

“Ke depan, kita dorong konsep zero to TPA. Artinya, sampah tidak lagi dibuang, tetapi diolah di wilayah masing-masing. Dipilah dari rumah, dikelola, dan diselesaikan di tingkat lokal. Inilah arah kebijakan yang sedang dibangun,” kata Ngatiyana.

Sedangkan, Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini menyatakan bahwa penyelenggaraan HPSN 2026 menjadi bagian dari implementasi Gerakan Nasional Indonesia Asri, yang menekankan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.

Tema yang diusung, “Kolaborasi untuk Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah”, menjadi ajakan terbuka untuk memperkuat sinergi lintas sektor menuju pengelolaan sampah yang lebih baik.

Dalam rangkaian peringatan HPSN Kota Cimahi, DLH melaksanakan sejumlah program strategis, di antaranya peresmian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Utama. Selain itu, dilakukan pengambilan sampel air sumur di Seke Cilimus untuk diuji kualitasnya yang sebelumnya sempat tertimbun sejak peristiwa longsor Leuwigajah dua dekade lalu.

Pihaknya menghadirkan kaleidoskop pengelolaan sampah Kota Cimahi selama 20 tahun terakhir sebagai ruang refleksi publik, sekaligus peluncuran animasi edukasi digital pengelolaan sampah sebagai media pembelajaran masyarakat. 

Turut diluncurkan Buku Pedoman Kewilayahan Pengelolaan Sampah Terpadu Tuntas di Tempat sebagai panduan teknis bagi camat dan lurah dalam pengelolaan sampah berbasis wilayah, seiring dengan pelimpahan sebagian kewenangan pengelolaan sampah ke tingkat kewilayahan.

Upaya edukasi juga diperkuat melalui peluncuran buku Serial Coaching pengelolaan sampah di sekolah, program sedekah sampah berbasis sekolah selama bulan Ramadan, serta kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak, mulai dari tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga komunitas lokal.

Perlu diketahui DLH Kota Cimahi juga memperkenalkan konsep penataan kawasan bekas tumpukan sampah di Cireundeu yang akan dikembangkan menjadi hutan bambu dan monumen peringatan lingkungan.     (KR3)

Share This Article