Deni Nursani Minta Penambahan Armada Penanganan Pohon Rawan Tumbang

By
2 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!
Politisi Deni Nursani/Ist/Kontroversi Rakyat/

KONTROVERSI RAKYAT – Anggota DPRD Kota Bandung Denis Nursani, meminta Pemerintah Kota Bandung menambah armada dan memperkuat sarana penanganan pohon rawan tumbang.

Menurutnya, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam penanganan pohon berisiko tumbang di Kota Bandung.

Dirinya menilai pemerintah perlu melakukan kajian menyeluruh terkait jumlah pohon rawan tumbang dan kebutuhan kendaraan operasional untuk mitigasi kebencanaan.

“Secara fisik mobil ini sudah tua. Saya mendorong adanya penambahan armada unit seperti ini agar ketika terjadi kondisi darurat, terutama pohon tumbang saat hujan dan angin kencang, penanganannya bisa lebih cepat,” ucap Deni usai melakukan monitoring kegiatan pemangkasan pohon. Senin 4 Mei 2026 waktu itu.

Pemangkasan pohon dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan Ketua RW 07 Kelurahan Cibuntu kepada Deni Nursani saat anggota DPRD dari Dapil 6 ini melaksanakan kegiatan reses beberapa waktu lalu.

Warga sebelumnya mengkhawatirkan kondisi pohon beringin yang telah berusia tua dan dinilai rawan tumbang, terutama saat cuaca ekstrem.

Kekhawatiran itu muncul setelah sejumlah kejadian pohon tumbang di Kota Bandung dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan kerusakan hingga korban jiwa.

“DPRD Kota Bandung mendukung langkah peremajaan pohon dan penguatan sarana penanganan pohon rawan tumbang. Dukungan tersebut mencakup penambahan alat operasional seperti mobil hidrolik, gergaji mesin, dan perlengkapan teknis lainnya,” tuturnya.

Ia juga meminta DPKP melakukan pendataan pohon tua di sepanjang jalan Kota Bandung, memetakan tingkat kerawanan, serta menghitung kebutuhan sumber daya manusia dan alat operasional.

“Nanti harus ada kajian, berapa ribu pohon di Kota Bandung yang berpotensi tumbang ketika hujan. Dari situ dihitung idealnya berapa kendaraan yang dibutuhkan untuk mitigasi kebencanaan,” tegasnya.  ***

Share This Article