KONTROVERSI RAKYAT, Cimahi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi imbau orang tua tidak menunggu kondisi anak semakin berat sebelum membawanya ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika muncul gejala sakit.
Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati menyebut, orang tua tidak perlu menunggu demam berlangsung selama beberapa hari untuk memeriksakan kondisi anak.
Hal tersebut disampaikan Mulyati di tengah meningkatnya laporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan keluhan demam yang terjadi di masyarakat.
āTidak boleh menyampaikan kalau sudah panas tiga hari atau lima hari baru dibawa, karena kondisi setiap pasien berbeda-beda.ā kata Mulyati, Selasa (06/10/2026) waktu itu.
Menurut Mulyati, setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda sehingga penanganan tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan lamanya demam. Orang tua disarankan membawa anak yang sakit ke puskesmas atau klinik terdekat agar dapat segera mendapatkan pemeriksaan. Penanganan di tingkat fasilitas kesehatan pertama.
āKalau orang tua merasa anaknya sakit, silakan dibawa ke puskesmas ataupun klinik yang dekat dengan rumah,ā ujarnya.
Kalau hasil pemeriksaan menunjukkan pasien membutuhkan penanganan lanjutan, dokter di puskesmas atau klinik dapat memberikan rujukan ke rumah sakit.
Dinkes Kota Cimahi juga mengingatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memanfaatkan Sistem Rujukan Terintegrasi atau SISRUTE dalam proses rujukan pasien. Sistem tersebut membantu fasilitas kesehatan berkoordinasi sehingga pasien dapat diarahkan sesuai kebutuhan pelayanan.
āBapak dan Ibu sebaiknya selalu mengecek aplikasi SIRANAP (Sistem Informasi Rawat Inap-red) untuk melihat apakah tempat tidur di rumah sakit sedang penuh atau kosong,ā imbaunya.
Dinkes Kota Cimahi melakukan pemantauan ketersediaan tempat tidur rumah sakit melalui pembaruan data setiap hari. Rumah sakit diminta memperbarui informasi tersebut pada pukul 14.00 sehingga kondisi keterisian tempat tidur dapat diketahui.
āSetiap hari pukul dua siang, teman-teman rumah sakit memperbarui data ketersediaan tempat tidur sehingga kami mengetahui rumah sakit yang masih memiliki tempat tidur kosong atau penuh,ā ucap Mulyati.
Informasi mengenai ketersediaan tempat tidur penting untuk mencegah masyarakat berpindah-pindah rumah sakit ketika membutuhkan pelayanan. Dinkes mengingatkan masyarakat agar memberikan perhatian lebih terhadap bayi, balita, lansia, penderita penyakit kronis serta pasien dengan gangguan imunitas. Kelompok tersebut dinilai membutuhkan kewaspadaan lebih ketika mengalami demam. (KR08)





