Ketum NasDem Nilai Praktik Politik Menjauh Dari Ideal

By
2 Min Read
Disclosure: This website may contain affiliate links, which means I may earn a commission if you click on the link and make a purchase. I only recommend products or services that I personally use and believe will add value to my readers. Your support is appreciated!
Surya Paloh saat pidato pada pengukuhan Dossy Iskandar Prasetyo sebagai guru besar di Universitas Bhayangkara Surabaya./Kontroversi Rakyat/Foto: NasDem.

KONTR0VERSI RAKYAT – Ketua Umum (Ketum) Partai Nasional Demokrat atau NasDem Surya Paloh menilai praktik politik di Indonesia saat ini semakin menjauh dari nilai-nilai ideal karena ditandai dengan menguatnya kegaduhan di ruang publik tanpa diiringi kedalaman substansi.

ā€œYang kita lihat hari ini bukan kekayaan pikiran, tetapi kemiskinan nalar yang dipertontonkan. Ruang publik kian bising oleh opini tanpa dasar, perdebatan tanpa arah dan kegaduhan yang miskin substansi,ā€ Surya Paloh saat menghadiri pengukuhan Dossy Iskandar Prasetyo sebagai guru besar di Universitas Bhayangkara Surabaya, Rabu 22 April 2026.

Menurut Surya Paloh, diskursus publik saat ini cenderung bergeser dari adu gagasan menjadi sekadar pertunjukan sensasi.

“Perdebatan berlangsung dangkal dan menjauh dari isu-isu strategis yang seharusnya menjadi fokus Bersama.ā€

Kohesi sosial, lanjutnya, di tengah masyarakat seperti menurunnya tingkat kepercayaan antarwarga dan digantikan oleh sikap individualisme serta orientasi material yang kian menguat.

Dalam kondisi tersebut, nilai-nilai dasar seperti kejujuran, keadilan, dan kebenaran, menurutnya, kerap mengalami penyederhanaan hingga kehilangan makna substansial.

Surya Paloh menilai persoalan yang dihadapi bangsa tidak semata terletak pada kelemahan institusi, melainkan berakar pada krisis karakter.

dirinya mengkritik kecenderungan publik yang lebih sering mencari pihak yang disalahkan tanpa diimbangi refleksi diri.

ā€œBangsa ini gemar mencari kambing hitam, tetapi miskin keberanian untuk mengoreksi diri,ā€ ujarnya.

Dirinya juga mengingatkan pentingnya peran perguruan tinggi agar tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Ia berharap kampus mampu melahirkan gagasan besar yang aplikatif serta menjadikan ilmu pengetahuan sebagai alat koreksi sosial dan pendorong perubahan.  ***

Share This Article